![]() |
| [Image by bugphai on Freepik] |
Menjelang penghujung tahun, antusiasme belanja masyarakat kembali meningkat seiring dengan hadirnya pesta diskon tahunan terbesar di Indonesia. Pemerintah bersama Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) kembali menggelar Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025.
Bagi yang belum mengetahui, Harbolnas adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan bersama oleh berbagai perusahaan e-commerce di Indonesia dengan dukungan pemerintah, yang bertujuan untuk mendorong penetrasi internet dan transaksi jual-beli daring.
Tahun ini, rangkaian Harbolnas 2025 diselenggarakan selama sepekan penuh, mulai dari 10 hingga 16 Desember 2025, dengan puncak perayaan jatuh pada tanggal cantik 12 Desember (12.12) besok.
Target Transaksi Tembus Rp35 Triliun
Penyelenggaraan Harbolnas 2025 bukan sekadar momentum belanja biasa, melainkan salah satu strategi utama untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal terakhir.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB), yakni sebesar 53,14% pada Triwulan III-2025. Oleh karena itu, Harbolnas tahun ini mematok target transaksi yang cukup ambisius, yakni mencapai Rp35 triliun.
Angka ini ditargetkan meningkat minimal 10% dibandingkan realisasi transaksi Harbolnas 2024 yang mencapai Rp31,2 triliun. Peningkatan target ini mencerminkan optimisme pemerintah dan pelaku usaha terhadap daya beli masyarakat serta potensi ekonomi digital Indonesia.
Fokus pada Produk Lokal
Berbeda dengan pesta belanja pada umumnya, Harbolnas 2025 membawa misi khusus untuk memberdayakan produk dalam negeri. Mengusung tema kampanye #NyatakanCintaNusantara, gelaran ini difokuskan untuk mendorong konsumsi produk lokal buatan Indonesia.
Untuk merealisasikan hal tersebut, pemerintah melibatkan sekitar 1.000 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah dikurasi. Keterlibatan ribuan UMKM ini diharapkan mampu menjadikan produk lokal sebagai primadona dan pilihan utama konsumen di tengah gempuran produk impor.
Selain itu, pelaksanaan Harbolnas tahun ini tidak hanya terbatas di ranah online. Pemerintah juga menggandeng berbagai asosiasi ritel untuk memperkuat belanja offline melalui program pendukung seperti EPIC Sale dan BINA Indonesia Great Sale, sehingga dampaknya dapat dirasakan secara merata oleh pedagang luring maupun daring.
Tetap Cermat dan Waspada
Di tengah kemeriahan promosi dan diskon yang ditawarkan, aspek keamanan tetap menjadi prioritas yang harus diperhatikan konsumen.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) turut mengeluarkan himbauan agar masyarakat tetap teliti sebelum membeli. Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama pada kategori produk kosmetik dan pangan yang marak beredar dengan harga miring. Pastikan produk yang dibeli memiliki izin edar resmi dan terjamin keasliannya agar terhindar dari risiko kesehatan.
Dengan target transaksi yang besar dan fokus pada pemberdayaan lokal, Harbolnas 2025 diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
BPR Cahaya Bumi Artha mendukung penuh setiap langkah positif dalam memajukan ekonomi kerakyatan. Bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya, atau masyarakat yang membutuhkan layanan perbankan yang aman dan terpercaya, kami siap menjadi mitra finansial Anda.
Hubungi Kami Melalui:
Sumber/Referensi:
Kompas. "Siap-siap Harbolnas 2025, Digelar 10-16 Desember, Target Transaksinya Rp 35 Triliun" (Rilis 9 Desember 2025).
CNBC Indonesia. "3 Barang yang Dijamin Laris Manis di Pesta Diskon Ecommerce Harbolnas" (Rilis 9 Desember 2025).
Liputan6. "Harbolnas 12.12: BPOM Ingatkan Waspadai Kosmetik Ilegal Saat Belanja Online" (Rilis 11 Desember 2025).
