5 Strategi Keuangan: Lebih Siap Jalani 2026

[Image by freepik]


Hanya tinggal menghitung hari menuju pergantian tahun ke 2026. Momen ini tepat untuk melihat kembali pencapaian dan menyusun rencana baru agar kehidupan tahun depan berjalan lebih teratur.

Persiapan keuangan lebih awal sangat diperlukan, sebab resolusi tanpa perencanaan matang sering kali hanya berakhir sebagai wacana. Agar tahun 2026 menjadi momentum pertumbuhan finansial yang nyata dan lebih terjaga, diperlukan strategi serta evaluasi menyeluruh terhadap finansial yang telah berjalan selama setahun terakhir.

Berikut adalah lima strategi keuangan sederhana yang bisa diterapkan:

1. Cek Kembali Catatan Pengeluaran

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah melihat kembali bagaimana penggunaan uang selama setahun terakhir. Perhatikan pengeluaran mana yang paling besar nilainya. Dengan mengetahui kebiasaan belanja tersebut, rencana pengeluaran tahun depan bisa diatur ulang agar uang lebih fokus digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar penting.

2. Tetapkan Tujuan yang Seimbang

Menetapkan tujuan yang jelas sangat penting agar pengelolaan uang lebih terarah. Tujuan tersebut sebaiknya seimbang antara sisi idealis dan realistis. Sisi idealis diperlukan sebagai motivasi dan sisi realistis diperlukan untuk memastikan target tersebut tetap terjangkau kemampuan.

Hindari tujuan yang terlalu umum seperti "ingin punya banyak uang". Sebaiknya, buatlah tujuan yang nyata dan sesuai kemampuan. Contohnya, target memiliki tabungan 7 juta rupiah di akhir tahun atau melunasi cicilan motor di bulan Agustus. Target yang jelas dengan sejumlah nominal akan lebih mudah dicapai dibanding sekadar membuat keinginan yang tidak terukur.

3. Prioritaskan Lunasi Hutang

Beban hutang sebaiknya mulai dikurangi agar keuangan terasa lebih ringan. Fokuskan pembayaran pada cicilan yang sifatnya konsumtif. Jika beban cicilan berkurang, pendapatan bulanan bisa lebih leluasa digunakan untuk kebutuhan operasional atau menambah jumlah tabungan.

4. Siapkan Dana Cadangan

Menyiapkan simpanan dana khusus untuk keperluan mendadak sangatlah penting. Dana ini berbeda dengan tabungan impian (seperti membeli aset, atau keinginan lainnya), melainkan simpanan yang hanya boleh diambil saat keadaan darurat, misalnya sakit atau keperluan mendadak.

Sisihkan sebagian pendapatan secara rutin agar tidak perlu mencari pinjaman baru saat menghadapi situasi tersebut.

5. Pisahkan Uang Belanja dan Tabungan

Agar pendapatan bulanan tidak habis terpakai untuk konsumsi semata, pisahkan dana kebutuhan sehari-hari dengan dana tabungan di rekening yang berbeda. Memiliki rekening khusus menabung akan menjaga dana tersebut tetap utuh karena tidak tercampur dengan uang yang digunakan untuk transaksi harian.


Mengatur keuangan membutuhkan proses dan kedisiplinan. Dengan persiapan yang matang, kondisi keuangan di tahun depan diharapkan bisa berjalan lebih lancar dan stabil dari tahun sebelumnya.

Pelajari Produk Tabungan BPR Cahaya Bumi Artha di sini

Hubungi Kami Melalui:

Pastikan memilih langkah yang tepat dengan mengutamakan keamanan dan legalitas. Mulai perjalanan keuangan yang lebih produktif dan aman bersama BPR Cahaya Bumi Artha. Kami hadir sebagai mitra keuangan terpercaya yang siap melayani kebutuhan Tabungan, Deposito, dan Kredit Anda.

BPR Cahaya Bumi Artha berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta merupakan peserta penjaminan LPS.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama